
Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Garut Kota, Hendi Heryanto, menyampaikan bahwa penyelesaian perkara tersebut telah mengarah pada kesepakatan secara kekeluargaan. Pihak pembeli tanah menyatakan kesiapannya untuk melakukan pembayaran apabila memang terbukti masih terdapat kewajiban yang belum diselesaikan. Di sisi lain, pemilik tanah yang sebelumnya mengaku tidak pernah menjual asetnya juga menunjukkan itikad baik dengan bersedia menerima sisa pembayaran tanah yang disengketakan.
Dalam mediasi yang berlangsung di Kantor Kecamatan Garut Kota pada Minggu (8/2/2026), Hendi menegaskan bahwa dirinya hanya bertindak sebagai fasilitator dan pelapor hasil pertemuan, tanpa mencampuri substansi negosiasi.
“Kalau saya mungkin yang pertama kemarin ditugaskan memfasilitasi pertemuan, kemudian melaporkan hasilnya. Makanya saya tidak banyak bicara, hanya menyimak apa yang disampaikan bapak-bapak dan ibu-ibu,” ujar Hendi.
Ia mengungkapkan, sebenarnya dalam pertemuan tersebut sudah muncul nominal harga yang diajukan oleh pihak pembeli, Mahpud Arifin, sebagai bentuk keseriusan menyelesaikan sengketa yang telah berlangsung lama itu. Namun, pihak pemilik tanah, Haji Endon, belum memberikan jawaban atas angka yang ditawarkan.
“Sebenarnya harapan saya kemarin bisa selesai dan ada titik temu. Angka dari Pak Mahpud Arifin sudah keluar, cuma mungkin Pak Haji Endon belum menerima dan belum bisa menjawab kepastiannya,” katanya.
Proses negosiasi tersebut terpaksa tertunda setelah kondisi kesehatan Haji Endon menurun drastis saat mediasi berlangsung. Ia disebut mengalami penurunan kondisi akibat penyakit gula darah dan asma yang kambuh, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Hendi menilai, secara prinsip itikad baik dari kedua belah pihak sudah terlihat jelas. Bahkan, nominal penawaran telah disampaikan dan kini tinggal menunggu keputusan dari pihak pemilik tanah.
“Kemarin kelihatannya kondisi fisik Pak Haji kurang sehat. Harapan saya beliau sehat kembali dan bisa menjawab, karena kunci terakhirnya tinggal di Pak Haji Endon,” ujarnya.
Sempat Memanas
Sebelum Haji Endon dibawa ke rumah sakit, suasana mediasi sempat memanas. Perdebatan sengit terjadi di awal pertemuan, bahkan salah satu pihak, Budiman, disebut sempat terpancing emosi.
Meski demikian, situasi dapat dikendalikan. Untuk meredam ketegangan dan menjaga kondusivitas, Hendi berinisiatif memisahkan pihak-pihak utama ke dalam ruangan berbeda agar pembahasan lebih fokus dan tidak terpengaruh suasana emosional.
“Saya berinisiatif seperti itu karena kalau tetap berkumpul dalam satu tempat dengan banyak orang, mungkin sulit mencari solusi. Titik permasalahannya ada pada kedua belah pihak, yakni Pak Haji Endon dan Pak Mahpud Arifin, agar keduanya bisa menyatakan satu kesepakatan,” jelasnya.

Seret Sejumlah Nama Pejabat
Sengketa tanah antara Haji Endon, warga Kelurahan Sukamentri, dengan Dr. Mahpud Arifin telah berlangsung cukup lama. Persoalan ini menyeret nama Sekretaris Daerah (Sekda) Garut, Nurdin Yana, yang saat itu menjabat sebagai Camat Garut Kota sekaligus Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang menandatangani Akta Jual Beli (AJB) tanah tersebut. Namun, AJB itu kemudian tidak diakui oleh pihak pemilik tanah.
Nama lain yang turut terseret adalah Budiman, mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Garut, yang merupakan saudara dari Mahpud selaku pihak pembeli. Selain itu, Sumarna, mantan Lurah Sukamentri, juga disebut berperan dalam pengurusan AJB ke PPAT Kecamatan Garut Kota.
Meski sempat diwarnai adu argumen, mediasi yang difasilitasi pihak kecamatan tersebut menghasilkan kesepakatan awal untuk menyelesaikan sengketa melalui jalur kekeluargaan. Kini, semua pihak menunggu kondisi kesehatan Haji Endon membaik agar keputusan final dapat segera diambil.
(H. Ujang Slamet)

Related posts:
- Disparbud Garut Bahas Strategi Promosi Destinasi Wisata Unggulan
- Ketua Komisi IV DPRD Pangandaran Angkat Bicara Terkait Polemik PIP Siswi SDN 1 Banjarharja
- Peringati Hari Lahir Pancasila 2025, Pemkot Banjar Gelar Upacara di Taman Kota Lapang Bhakti
- Proyek Irigasi Inpres di Paledah Disorot Warga : Transparansi Gelap, Kualitas Dipertanyakan


