Bandung Barat, SP – Dalam upaya memainkan peran baru kepala sekolah dalam Pembelajaran Mendalam (PM) yang salah satunya adalah memastikan bahwa implementasi (PM) berjalan dengan baik di sekolah,maka SMPN 4 Cipendeuy Kabupaten Bandung Barat ini melakukan workshop penerapan Inkuiri Kolaboratif dengan kepala sekolah menjadi instrukturnya,” ungkap Hj.Eni Haerini,M.Pd ke tim suarapasundan.com belum baru-baru ini.
Eni selaku kepala sekolah mengatakan bahwa,” kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 27 Nopember 2025 sebagai upaya mengaplikasikan apa yang diungkapkan oleh Menteri Pendidikan pada HUT PGRI tanggal 25 Nopember 2025, bahwa guru adalah agen perubahan.Pelatihan ini di ikuti oleh semua guru dan 2 orang staf tata usaha yang dimulai saat murid sudah pulang sekolah.
Pada bimtek tersebut Eni menyampaikan bahwa, pengertian Inkuiri Kolaboratif dengan terlebih dahulu meminta guru guru untuk menyampaikan apa yang di ketahui oleh mereka terkait hal itu.
Setelah memahami tahapan Inkuiri Kolaboratifnya,masing- masing guru diminta untuk menguji dan membuat sebuah program yang sudah di laksanakan dengan tahapan Inkuiri Kolaboratif.
Eni menjelaskan,” Hal ini dilakukan karena merupakan strategi andalan dalam pembelajaran mendalam untuk menyelesaikan semua permasalahan di sekolah. Artinya,” jika semua program sekolah di buat dengan melalui tahapan Inkuiri Kolaboratif, maka program apapun akan berjalan dengan baik dan berkelanjutan karena Inkuiri Kolaboratif merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan kerjasama antara warga sekolah dalam mengatasi masalah yang dilakukan secara mendalam. ” jelasnya.

Tugas tersebut di laporkan pada awal Januari sebagai laporan evaluasi dari semua program yang ada untuk di tindaklanjuti agar semester depan programnya dilaksanakan berdasarkan perubahan yang sudah dirancang melalui pengujian Inkuiri Kolaboratif. Dan tujuan nya agar semua guru terlibat dalam semua program yang ada di sekolah. Selain itu juga memberikan ruang bagi guru untuk menyampaikan ide kreatif yang di milikinya.” ujar Eni
Dengan terwujudnya Inkuiri Kolaboratif maka dapat di katakan guru sudah mampu menjadi role model kolaboratif sehingga peran barunya sebagai kolaborator akan mudah dilaksanakan dengan baik,” pungkas Eni. (Roven Ginting)




