
Berawal dari lampu cempor minyak tanah yang dibuat leluhur Kampung Gentur untuk penerangan anak-anak mengaji, Lampu Gentur kini bertransformasi menjadi karya seni elektrik berbahan kuningan dan kaca bertekstur. Keahlian tersebut dipelajari secara otodidak dan diwariskan secara turun-temurun, membentuk klaster pengrajin khas yang tidak ditemukan di daerah lain.
Salah satu penggerak industri rumahan ini adalah Salmanudin. Sejak 2019, ia tak hanya memproduksi lampu hias, tetapi juga berinovasi menciptakan hantaran khas Gentur berbahan kaca dan kuningan. Produknya telah menembus pasar Malaysia dan rutin dikirim ke Palembang setiap pekan.
Hal serupa dilakukan Gugun Gunadi. Selama lima tahun terakhir, ia konsisten memenuhi permintaan pasar domestik, khususnya Sumatera dan Surabaya. Ketekunan para pengrajin ini menjadikan Lampu Gentur semakin dikenal sebagai produk kerajinan unggulan Cianjur.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan sektor perbankan. BRI Branch Office (BO) Cianjur melalui BRI Unit Cikaroya menjadi mitra utama yang memberikan dukungan permodalan bagi para pengrajin.
Pemimpin Cabang BRI BO Cianjur, Harry Wahyudi, menegaskan komitmennya dalam mengawal pertumbuhan klaster UMKM berbasis kearifan lokal tersebut.
“Lampu Gentur adalah permata ekonomi kreatif Cianjur. Saat ini, BRI Unit Cikaroya telah membina sekitar 70 pengrajin di Kampung Gentur dengan total plafon kredit yang disalurkan mencapai Rp1,5 miliar. Kami tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga ingin memastikan warisan budaya yang sudah ada sejak 1820 ini terus beradaptasi dengan pasar modern,” ujar Harry.
Ia menambahkan, dukungan modal tersebut diharapkan membantu pengrajin dalam pemenuhan stok bahan baku, peningkatan kapasitas produksi, hingga perluasan pasar.
“Kami bangga melihat produk nasabah kami, seperti Pak Salmanudin dan Pak Gugun, mampu bersaing secara nasional hingga mancanegara. Ini membuktikan bahwa UMKM di wilayah kerja kami memiliki kualitas kelas dunia jika didukung dengan ekosistem keuangan yang tepat,” pungkasnya.
Hingga kini, Desa Jambudipa terus berdenyut dengan suara ketukan palu dan patri para pengrajin. Sinergi antara keahlian turun-temurun dan dukungan perbankan membuat cahaya Lampu Gentur tetap terang benderang, tak hanya menerangi ruang-ruang mewah, tetapi juga masa depan ekonomi warga Cianjur.
(H. Ujang Slamet)

Related posts:
- Genap Setahun, Angkringan Tuan Rayakan Anniversary Dengan Berbagi Santunan Kepada Anak Yatim
- Kembangkan Usaha Karet PT.Agronesia Jalin Kerjasama Dengan BRIN
- Jelang Nataru 2022 , Stok Bahan Pokok Di Bandung Aman
- Miliki Potensi Ekonomi, Kampung Wisata Sablon Jadi Produk Unggulan Kelurahan Cihaur Geulis


